Jln. Dr. M. Hatta No. 877 Kel. Kemalaraja
Baturaja Timur, OKU, Sumatra Selatan
Selasa, 23 Juli 2024
10:00 - 22:00 WIB
Info & Pendaftaran

INSTALASI FARMASI

Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah unit penting di dalam rumah sakit yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan penyediaan obat serta bahan farmasi yang diperlukan untuk perawatan pasien. Tujuan utama dari Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah memastikan ketersediaan obat yang tepat, aman, dan efektif untuk pasien serta mengoptimalkan penggunaan obat.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dan tanggung jawab yang biasanya dilakukan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit:

  1. Pengadaan obat: Instalasi Farmasi Rumah Sakit bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, memesan, dan mengelola persediaan obat dan bahan farmasi. Ini melibatkan negosiasi dengan pemasok, pengawasan pengadaan obat yang memenuhi standar kualitas, serta manajemen inventaris untuk memastikan ketersediaan obat yang cukup dan sesuai kebutuhan pasien.
  2. Penyimpanan dan distribusi: Instalasi Farmasi Rumah Sakit memiliki peran penting dalam penyimpanan dan distribusi obat yang tepat. Mereka harus memastikan bahwa obat-obatan disimpan dengan benar sesuai dengan persyaratan penyimpanan yang ditetapkan, seperti suhu yang sesuai dan pengendalian kelembaban. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab untuk mengatur sistem distribusi obat yang efisien dan aman di dalam rumah sakit, termasuk pengemasan, labeling, dan pengiriman obat ke unit perawatan yang sesuai.
  3. Pemilihan dan penggunaan obat yang rasional: Instalasi Farmasi Rumah Sakit berperan dalam pemilihan obat yang tepat untuk digunakan dalam perawatan pasien. Mereka harus mengkaji dan mengevaluasi informasi obat, termasuk keamanan, efektivitas, dan harga, serta mempertimbangkan aspek farmakologi yang relevan. Instalasi Farmasi Rumah Sakit juga berkolaborasi dengan tim medis dalam memberikan rekomendasi penggunaan obat yang rasional dan sesuai dengan kebutuhan pasien.
  4. Manajemen informasi obat: Instalasi Farmasi Rumah Sakit bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memelihara informasi obat yang relevan. Ini mencakup data obat, informasi mengenai interaksi obat, pemantauan efek samping obat, serta pedoman penggunaan obat yang dapat diakses oleh staf medis. Manajemen informasi obat yang baik membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang tepat dan pemantauan penggunaan obat secara efektif.
  5. Keamanan obat: Instalasi Farmasi Rumah Sakit harus memastikan keamanan obat yang digunakan oleh pasien. Mereka harus mempraktikkan pengendalian mutu yang ketat, termasuk pemeriksaan keaslian obat, pengujian kestabilan obat, serta pencegahan kesalahan dalam pemberian obat.
POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI